Bupati Karawang Tinjau Pembagian MBG untuk Ibu Hamil, Dukung Program Gizi Presiden Prabowo
Karawang, 14/05/2026
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., melakukan peninjauan langsung kegiatan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, Selasa (13/05/2026). Kegiatan pembagian Makanan Gratis Bergizi untuk Ibu Hamil tersebut, menjadi momentum penting dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap program nasional yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dengan Pembagian Makanan Bergizi Gratis ini diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya.
Kehadiran Bupati Aep, didampingi sejumlah pejabat daerah dan petugas pelayanan kesehatan. Bupati meninjau secara langsung dan detai, proses pembagian makanan, mulai dari kondisi makanan, menu yang diberikan, hingga memastikan bantuan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Bupati Aep juga menyempatkan berdialog langsung dengan ibu hamil penerima manfaat, serta para petugas yang bertugas menyiapkan makanan. Bupati meminta salah satu paket makanan dibuka untuk memastikan kualitas dan kelayakan sajian yang diberikan kepada masyarakat.
“Nah, ini saya lihat ada pembagian MBG untuk ibu hamil. Bagus ya, coba dibuka isinya apa saja,” kata Bupati Aep.
Setelah melihat langsung isi paket makanan yang dibagikan, Bupati Karawang menyampaikan bahwa sajian makanan dalam program tersebut sudah baik, lengkap, dan memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan ibu hamil. Menu yang diberikan dinilai layak untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat.
Sejumlah ibu hamil yang hadir menyampaikan rasa senang dan terbantu dengan adanya program MBG tersebut. Mereka mengaku program itu sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi selama masa kehamilan.
Bupati Karawang Aep menyampaikan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjadi langkah konkret dalam mencegah dan menekan angka stunting di daerah.
“Program seperti ini sangat baik karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh program Presiden Prabowo dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” ungkap Bupati Aep.
Prevalensi angka stunting nasional di Indonesia ditargetkan berada pada angka 18,8% pada tahun 2026, turun dari 19,8% pada tahun 2026. Angka stunting karena kurangnya asupan gizi pada Ibu Hamil dan Balita ini termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Dengan gelar MBG untuk Ibu Hamil, Balita, dan warga rentan ini, pemerintah berupaya mencapai target penurunan rata-rata sebesar 1,2 % angka stunting setiap tahunnya.
Angka prevalensi, sebenarnya adalah angka perkiraan dalam prosentase, angka real sebenarnya, menunjuk jumlah nyata 5 jutaan bayi di Indonesia yang terkena stunting atau gangguan tumbuh kembang karena kekurangan gizi.
Data Kementerian Kesehatan RI dan laporan dari UNICEF Indonesia menunjuk angka 4,4 hingga 4,5 juta balita (bayi dan anak di bawah usia lima tahun) yang mengalami stunting. Akan tetapi jumlah real di tengah masyarakat bisa jauh lebih besar lagi, dalam perkiraan yang dibuat oleh pengolahan data internal Informatika News Line, angka bayi terkena stunting di Indonesia saat ini bisa mencapai angka 7 juta bahkan sampai 8 juta bayi lebih yang terkena stunting. Jauh lebih tinggi dari data dari Kementerian Kesehatan bahkan dari UNICEF. Kondisi sebaran jumlah penduduk Indonesia yang sangat kompleks di antara ribuan pulau membuat pengumpulan data yang akurat hampir sangat mustahil dilakukan di Indonesia.
Vijay




